Minggu, 29 Juli 2007

LEBARAN YUK...!!!


LEBARAN YUUK…!!!


Selamat hari lebaran… Minal Aidin wal Faizin
Mari barmaaf-maafan… Kita bersalam-salaman


Teman, itulah penggalan lagu yang biasa kita dengar waktu lebaran. Yup!!! Berhubung kita sekarang masih dalam atmosfir hari raya idul fitri, so tepat banget kalau kita ngobrol tentang apa sih makna hari raya Idul Fitri buat kamu? Idul Fitri adalah moment bagi kita sebagai umat Islam untuk menyucikan diri. Setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan, tibalah kita menuai hasilnya, berjumpa dengan hari kemenangan, yaitu IDUL FITRI. Ketika saya masih kecil, yang ada di benak saya mengenai lebaran adalah baju baru, berkunjung ke rumah sudara, salam-salaman, maaf-maafan, ketupat, opor ayam, kue, dan yang paling penting adalah uang saku, angpaw, salam temple, whatever apapun namanya dari keluarga dan sanak saudara (Istilah Jawa: sangu, red).



Saya teringat ketika malam takbiran kemarin, berkali-kali sms tapi pending melulu. Rupanya operator maupun jaringan sedang sibuk karena waktu itu teman-teman sedang ramai-ramainya telepon atau kirim sms untuk mengucapkan selamat hari raya idul fitri. Jika dibandingkan dengan beberapa tahun kemarin ketika kartu lebaran (karleb) menjadi trend, maka sekarang sms jauh lebih booming. Simak saja beberapa sms yang saya terima…


· Idul V-3 is white like everyone’s heart
Idul V-3 is rebirth everyone like a baby
Idul V-3 is forgivness like everyone always says
I’m sorry for my false
Met Lebaran


· Santoso mecel keciput
Iwak sepat kangen juminten
Kabeh manungso kagungan luput
Menawi lepat kulo nyuwun ngapunten
Minal Aidin Wal Faidzin


Ketika membaca sms-sms tersebut, saya terharu karena temen-temen rupanya masih ingat dengan saya dan di sisi lain saya juga ingin tertawa karena bahasa teman-teman yang puitis bak pujangga. Tetapi, mungkin beberapa dari sms itu bukan kata-kata mereka sendiri tetapi sms kiriman dari orang lain dan dikirimkan kembali ke saya (saya menduga karena saya juga melakukan hal yang sama ^_^). Setelah membaca sms-sms tersebut, terlintas dalam pikiran saya, apakah kita sudah benar-benar mau memaafkan orang yang telah meminta maaf kepada kita dengan ikhlas (tidak hanya pada kasus sms)? Apakah setelah lebaran kita juga mau meminta maaf kepada orang lain atas segala kesalahan dan khilaf yang telah kita perbuat? Berapa kali kita mengirim sms kepada teman untuk meminta maaf selain pada waktu lebaran? Sering... dua kali... sekali... atau bahkan tidak pernah? Teman-teman bisa jawab pertanyaan itu sesuai dengan hati nurani masing-masing.


Saya teringat guyonannya teman-teman Himatika kemarin ketika bermaaf-maafan sebelum mudik kemarin. "Kita sekarang 0-0 ya!!". Teman-teman pasti sudah tahu artinya sehingga tidak perlu saya jelaskan lagi maksud pernyataan tersebut. Tetapi sekarang pertanyaannya adalah..."Berapa lama skor itu akan bertahan?" Apakah hanya satu hari, yaitu ketika 1 Syawal? 1 bulan? 2 bulan? Atau tidak apa-apa kita mencetak skor sebanyak-banyaknya, toh tahun depan masih ada lebaran lagi. Lalu, apakah Anda yakin bahwa tahun depan akan berjumpa dengan hari raya Idul Fitri? Wallahu A’lam.

0 komentar: